Ilusi Senja
kabut gelap bayang-bayangmu kuhapus sudah
namun rona matamu tetap bersarang dalam ceruk
masa lalu yang mengambang di kekinian
sekali-kali kujenguk kau dalam buaian ambang pajar
ku lihat dia di kejauhan
lambai tanganmu membiaskan hasrat
senyummu membisikan sair kepedihan
menyisakan nestapa, menggores luka
kekasih… bila masih bisa kusebut kau kekasih:
baramu masih kusimpan jauh di ujung napas penantian
diantara kelokkan mimpi dan kenyataan
duh… kekasih;
biarkanlah ia di sampai pajar bersanding rembulan….
Gibson, Babakan Sophia, 25 Mei ‘98
Ilusi Senja 2
terjaga aku diambang senja
kutemukan bayangan-bayang
di depanku
karena cahaya kehidupan
bertengger di kaki langit kegelapan
menggariskan tapak-tapak masa lalu
yang tak mungkin kuinjak ulang.
perjalanan di ambang senja,
pengejaran bayang-bayang gelap
kehidupan masa lalu
dan lari dari cahaya
yang tertinggal di batas-batas penantian
bila cahaya adalah pelita kehidupan
kejar dan ikuti dia,
biarkan bayang-bayang mengejar di balik punggung
teruslah berjalan,
jangan kau tengok ia
atau
kematian yang kau temukan
dalam cengkaram ilusi senja.
Gibson, Babakan Sophia, 27 Mei ‘98
Belum ada komentar.