sakotret jeroning ati

berikan yang kita cintai, jangan berharap memiliki

Bila

Bila,
yang menjadikan :

kerlip lentera di gulita malam,
yang menggerakan gumam
di mimpi malam

Bila,
yang menjadikan:
langkah-langkah tertatih,
seorang bayi, menjadi lari para dewa
mengejar iblis di siang hari.

Bila pula
yang mengantarkanku
pada pertemuan diantara
persimpangan jalan.

Gibson, Babakan Sophia,, 6 Desember ’98

Kamis, 22 Maret 2007 Ditulis oleh rambatkamale | puisiku | | No Comments Yet

Ilusi Senja

kabut gelap bayang-bayangmu kuhapus sudah
namun rona matamu tetap bersarang dalam ceruk
masa lalu yang mengambang di kekinian


sekali-kali kujenguk kau dalam buaian ambang pajar
ku lihat dia di kejauhan
lambai tanganmu membiaskan hasrat
senyummu membisikan sair kepedihan
menyisakan nestapa, menggores luka
kekasih… bila masih bisa kusebut kau kekasih:
baramu masih kusimpan jauh di ujung napas penantian
diantara kelokkan mimpi dan kenyataan
duh… kekasih;
biarkanlah ia di sampai pajar bersanding rembulan….

Gibson, Babakan Sophia, 25 Mei ‘98

Ilusi Senja 2
terjaga aku diambang senja
kutemukan bayangan-bayang
di depanku
karena cahaya kehidupan
bertengger di kaki langit kegelapan
menggariskan tapak-tapak masa lalu
yang tak mungkin kuinjak ulang.

perjalanan di ambang senja,
pengejaran bayang-bayang gelap
kehidupan masa lalu
dan lari dari cahaya
yang tertinggal di batas-batas penantian
bila cahaya adalah pelita kehidupan
kejar dan ikuti dia,
biarkan bayang-bayang mengejar di balik punggung
teruslah berjalan,
jangan kau tengok ia
atau
kematian yang kau temukan
dalam cengkaram ilusi senja.

Gibson, Babakan Sophia, 27 Mei ‘98

Kamis, 22 Maret 2007 Ditulis oleh rambatkamale | puisiku | | No Comments Yet

Hasrat Seksual dan Chatting

Desakan bawah sadar kadang demikian menghimpit, sehingga perlu di lepaskan secara bertahap dan teratur. Bila tidak, dihawatirkan akan mengalami stress bahkan lebih parah.

Salah satu himpitan bawah sadar yang sering mengalami kesulitan dalam melepaskannya adalah tekanan-tekanan dari hasrat seksual. Tekanan-tekanan hasrat (libido) seksual pada dasarnya bisa diekspresikan selain secara konvensional, bisa juga dilakukan secara non-verbal (ungkapan lisan). Karena adanya norma sosial, ekspresi seksual secara non-verbal ini biasanya dilakukan antar sesama jenis yang memiliki kedekatan emosial.

Kini setelah masyarakat mengenal teknologi informasi dan komunikasi via internet (cyber-space), maka ekspresi yang pada awalnya mengalami sekatan karena adanya norma-norma sosial (sebagai super ego dalam kesadaran intelek manusia) kini hambatan tersebut dapat diatasi. Pasilitas komunikasi tulis, lisan maupun visual melalui messenger (chatting, baik PM maupun di media room) memberikan kemungkinan pada setiap pemakainya untuk berkomunikasi secara bebas dan terbuka, karena identitas asli pemakainya terlindungi oleh Id messenger.

Bila kita menjenguk, dan mengamati tema pembicaraan dalam room (room non tematik) lebih mengarah pada ekpresi seksual ini, baik langsung maupun tidak. Terlepas dari efek psikologis lainnya, media ini bisa dijadikan wahana untuk melepaskan tekanan-tekanan hasrat seksual dari bawah sadar.

Kamis, 22 Maret 2007 Ditulis oleh rambatkamale | Artikel | | 1 Komentar