sakotret jeroning ati

berikan yang kita cintai, jangan berharap memiliki

Kecupan Embun Pagi

Segersang apa pun bumi berpijak, selalu ada titik embun di pagi hari.

Haya Allah SWT. yang bisa kusebut kala aku menatap binar keceriaan di mata buah hatiku. Lihat bertapa cerianya mereka, entah apa sesungguhnya yang disangga tangan mungil anakku pipi-nyakah? Tuh yang sedang memeluk mesra keponakannya walau mulut tertutup lihatlah binar keceriaan dari matanya.
Ya… merekalah titik embun di kala suka maupun duka.

Nah… si cikal sedang merenung, mungkin ia sedang kesal melihat kenakalan adik-adik-nya.


Anak-anakku… peluk cium
Baba dan Mamah selalu menyongsong kehadiranmu.

Selasa, 13 Maret 2007 Ditulis oleh rambatkamale | Panyileukan | | Belum Ada Tanggapan

Nurani tak kan pergi ke mana… ia senantiasa meng…

Nurani tak kan pergi ke mana…
ia senantiasa mengecup kening kita,
kala embun pagi kedipkan mata indahnya.
Namun kita entah di mana.

Selasa, 13 Maret 2007 Ditulis oleh rambatkamale | puisiku | | Belum Ada Tanggapan